Saya politikus? Ha..ha..ha.. saya lebih suka disebut sastrawan mbeling yang memotret situasi di sekitar saya dalam bentuk tulisan....
Welcome to my blog, anyway!

Search This Blog

Friday, April 21, 2006

MILIS & BLOG; FENOMENA BARU DI DUNIA MEDIA

Usia Milis sudah setua usia keberadaan Internet. Bahkan milis dulu adalah cikal-bakal Internet. Milis adalah sebuah kelompok pengguna Internet yang menyatukan diri dalam sebuah minat, misalnya diskusi politik, penggemar sebuah merek kendaraan, perdagangan, bisnis, hingga sebuah komunitas perumahan. Sebuah server digunakan milis untuk mendistribusikan posting yang dikirimkan seorang anggota ke seluruh anggota milis secara otomatis. Ada milis yang dikelola oleh moderator atau juga yang tidak. Sekarang membuat sebuah milis adalah pekerjaan yang amat mudah, karena banyak provider yang menyediakan secara gratis fasilitas untuk membuat milis di Internet. Salah satunya adalah perusahaan Yahoo.com.

Dulu ketika Internet pertama kali masuk ke Indonesia, ada sebuah milis yang amat terkenal, Indonesia-L, yang dikelola oleh John McDougal. Milis ini adalah kelompok diskusi mengenai Indonesia. Di milis ini banyak tulisan kritis yang dibuat oleh orang-orang yang bersebrangan dengan Pemerintahan Soeharto waktu itu. Ada yang menggunakan nama samaran ada juga yang terang-terangan menyebut jatidirinya, seperti George Aditjondro. Sekarang milis seperti itu tidak lagi laku, karena hampir semua media bisa menulis atau menampilkan apa saja.

Saat ini hampir semua yang memiliki akses Internet adalah anggota sebuah milis, bahkan ada yang anggota dari beberapa milis sekaligus.

Sedangkan Blog adalah kependekan dari Weblog. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997 untuk menyebut website pribadi yang selalu diupdate secara teratur. Website ini juga berisi link ke website lain yang dianggap menarik dan diberi komentar-komentar. Namun kemudian arti Blog berkembang menjadi “catatan pemikiran” seseorang di Internet. Blog bisa disebut juga sebagai Diary Online yang berada di Internet.

Sejarah Blog mungkin dimulai pada Agustus 1999 di sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab yang meluncurkan layanan Blogger.com. Layanannya memungkinkan siapapun yang meski hanya memiliki pengetahuan minim tentang HTML dapat membuat Blog secara gampang dan gratis. Sebulan sebelumnya pada bulan Juli 1999, Pitas juga telah meluncurkan layanan membuat Blog gratis. Namun Blogger.com lah yang telah membuat Blog menjadi booming. Setelah itu banyak bermunculan provider Blog lainnya bermunculan, hingga sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah dan masing-masing memiliki fokusnya sendiri. Ada yang tentang hal-hal yang spesifik ada juga tentang hal-hal yang umum dan bercampur-baur. Ada yang tentang menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, sex, olahraga, buku komik dan macam-macam lagi.

Seorang penulis Blog, Rabecca Blood menulis bahwa setelah ia membuat Blog-nya ada dua efek samping yang terjadi yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Pertama ia menemukan kembali minatnya semenjak ia mulai membuat Blog. Dan hal kedua yang lebih penting, ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri. Ketika setiap harinya ia mengupdate Blog-nya ia mulai mempertimbangkan opini dan ide-idenya dengan lebih hati-hati dan ia mulai merasakan bahwa perspektifnya adalah unik dan penting untuk disuarakan.

Blog umumnya menerima komentar atau masukan terhadap tulisan yang tersaji di sebuah Blog. Oleh karena itu Blog bersifat interaktif dan membentuk komunitas yang saling me-link-kan Blog mereka masing-masing. Sifat interaktif ini adalah salah satu faktor yang membuat sebuah Blog cepat populer. Blog tidak seperti media konvensional yang bersifat satu arah melainkan sebuah media di mana suara semua orang mendapat tempat, walau belum tentu berharga. Blog adalah kebalikan dari media konvensional yang bersifat top-down, membosankan dan arogan. Blog adalah perkembangan lebih lanjut dari media massa ke media komunitas yang interaktif. Sebuah Blog akan mendapat sorotan ketika berisi tulisan-tulisan yang sedang aktual dan bagus. Sorotan akan berhenti jika Blog itu tidak lagi berisi tulisan aktual dan bagus.

Blog nampaknya tidak akan menggantikan fungsi media cetak dan media elektronik lainnya, tetapi Blog akan menjadi sebuah media baru yang bakal digandrungi oleh sebagian kecil pengguna Internet. Sebagaimana media lainnya, ada Blog yang isinya bisa dipercaya, ada juga yang berisi sampah. Ada yang penuh moral ada yang penuh pornografi. Ada yang tentang hal-hal yang spesifik ada juga tentang hal-hal yang umum dan bercampur-baur.

Belum lama ini beberapa Blog, seperti Blog Priyadi dan Blog Anti Anne Ahira juga blog saya sendiri http://jojor.blogspot.com/ , http://antianneahira.blogspot.com/ , http://priyadi.net/archives/2004/09/10/anne-ahira-bukanlah-pahlawan membongkar modus “pengeruk uang masyarakat” melalui Internet oleh seseorang atau sekolompok orang yang menyebut dirinya atau kelompoknya dengan nama Anne Ahira.

Setelah hampir 2 tahun beroperasi, akhirnya kegiatan Anne Ahira ditutup pada bulan Agustus 2005 dengan alasan yang kurang masuk akal. Padahal sebagaimana kegiatan MLM, apalagi di Internet, ada masa jenuh, yaitu masa untuk menutup bisnis, di mana bau busuk semakin tercium oleh masyarakat dan tidak ada lagi orang yang bisa diajak bergabung, dan terutama pengelola MLM sudah memperoleh untung dan kebanyakan anggotanya buntung….

Sebuah Koran besar seperti Kompas dan beberapa radio swasta bahkan telah ditunggangi Anne Ahira untuk dijadikan tempat berpromosi untuk mengeruk uang dari calon korban-korbannya. Akibat “ditungganginya” Kompas oleh Anne Ahira, muncul kritikan pedas dari beberapa Blog dan milis untuk Kompas sebagai menyajikan wawancara tanpa daya kritis. Sayangnya serangan balik Kompas justru menambah hilangnya kredibilitas Kompas dengan membuat tulisan yang amat dangkal dengan mengatakan bahwa penulis di Internet (di milis atau Blog) sebagai monyet nakal yang seenaknya mempermainkan orang (baca tulisan Benny Chandra di http://bennychandra.com/2005/05/03/cara-kompas-menghadapi-kritik atau tulisan Priyadi di http://priyadi.net/archives/2005/05/03/satria-kepencet-whistleblower-anonimitas-dan-kompas/ ).

Dalam tulisan Kompas yang berjudul “Tendangan Milis”, disebutkan milis sebagai sebuah media di Internet (termasuk Blog) sebagai media yang tidak kredibel dalam menganalisis persoalan yang sedang dihadapi. Padahal Milis dan Blog terbukti kredibel dalam menganalisis masalah Anne Ahira pada bulan Agustus 2005. Mestinya Kompas tidak membiarkan ada wartawannya yang tidak bisa atau tidak mampu analitis dalam melihat media baru (milis dan Blog) di Internet. Bukankah tidak semua media cetak juga bisa disebut kredibel atau tidak semua media elektronik bisa disebut kredibel. Tetapi ada yang kredibel, bukan?

Kompas menyebut sebab tidak kredibelnya media Internet sebagai ditulis oleh orang yang anonim. Padahal media cetak pun sering anonim. Lihat contoh skandal WaterGate di Amerika yang memanfaatkan sumber yang anonim. Jadi tentu bukan anonim atau tidaknya sebuah media menjadi kredibel, tetapi isinya….

Kasus Anne Ahira adalah satu contoh, bagaimana media baru di Internet (blog dan milis) memiliki fungsi di masyarakat. Pengguna Internet di Indonesia tergolong kecil jika dibandingkan dengan pengguna Internet di negara-negara lainnya. Bayangkan jika akses Internet sudah seperti kemampuan memiliki telepon selular di kota-kota besar, apakah peran Milis dan Blog akan lebih besar lagi untuk menjadi media alternatif ?